Baca Juga
Menyongsong launching Gerakan Indonesia Membaca (GIM) 26 April di Jombang, jajaran Dinas Pendidikan Jombang, Forum Taman Bacaan Masyarakat bekerjasama dengan Unhasy Tebuireng Jombang, Minggu (23), menggelar Dialog di Kampus Unhasy komplek Pesantren Tebuireng Jombang.
Acara diisi dengan pemateri, Budayawan Wiek Herwiyatmo, Seno Bagaskoro dan Motivator Literasi Yusron Aminulloh. Bahkan, acara diselingi juga pembacaan puisi oleh Toteng, Aktor jebolan Bengkel Teater WS Rendra dan Awan, Pendongeng dan penggerak literasi dari Surabaya.
“Gerakan literasi bukan sekedar lomba menumpuk buku, tetapi adalah keberhasilan membaca dan memaknai setiap yang dibaca,” tegas Wiek Herwiyatmo.
Wiek bahkan memberikan gambaran bahwa anak-anak pesantren Tebuireng yang sudah hoby membaca, tinggal sedikit mengasah untuk meningkatkan diri menjadi seorang cendekiawan, yakni bacaan itu menjadi modal menghadapi kehidupan.
Sementara Yusron Aminulloh, menegaskan, bahwa gerakan literasi bukan hanya berhenti menjadi gerakan membaca buku dan menulis. Namun harus meningkat menjadi solusi kehidupan.
“Kalau ada orang membaca banyak buku, tetapi dia membiarkan masalah di masyarakat, tanpa terlibat mencari solusi atas masalah, itu gagal membaca namanya. Membaca itu adalah alat untuk mengetahui permasalahan dan jalan keluar atas permasalahan, “ tegas Yusron yang juga pimpinan Kampung Literasi Jombang.
“Jadi siapapun penggerak literasi adalah orang yang menjadi solusi atas masalah. Kalau dia paham literasi tetapi justru menciptakan masalah, bahkan mempersulit hal yang seharusnya mudah, maka dia gagal menjadi penggiat literasi.”
Pada sisi lain, Seno Bagaskoro, siswa SMA kelas 1 Surabaya yang sering diundang ke berbagai forum mahasiswa dan umum memberikan contoh-contoh saat dia mengunjungi berbagai Negara. Baik di Sovyet, Korea atau Selandia Baru.
“Gerakan literasi harus mampu mencatat kekuatan lokal, keragaman yang dimiliki bangsa ini jangan sampai punah, karena kita tidak mampu mencatat dan melestarikannya. Jadi membaca bukan hanya buku, tetapi membaca alam semesta, membaca gejala kehidupan, itulah gerakan literas,”tegasnya.
Pada pembukaan acara, Syech Romli sebagai ketua FTBM Jombang yang juga mewakili Dikdis Jombang mengajak mahasiswa dan santri untuk bersama-sama mensukseskan Gerakan Indonesia Membaca.
“Jombang akan menjadi kota literasi, maka peran santri dan mahasiswa Jombang sangat dominan. Kami berterima kasih pada kampus dan pesantren yang hari ini memulai gerakan pra GIM,”tegasnya. (mma)

0 Comments
Post a Comment