Baca Juga

Foto : ilustrasi
Wahai para orangtua, bijaksanalah mainan gadget saat harus mengasuh anak. Banyak anak ingin orang tua mereka berhenti terus-menerus memandangi telepon seluler atau tablet. Jajak pendapat mengungkapkan, sepertiga anak menganggap orang tua mereka panutan yang kurang baik karena lebih sibuk mengurusi gadget.
Ben Wilkinson, melaporkan via www.iol.co.za edisi 28 April 2017, para ahli mengaku ‘terkejut’ dengan hasil polling yang dilakukan Digital Awareness UK dan Headmasters’ and Headmistresses’ Conference (HMC) mewakili sekolah swasta terkemuka di Inggris Raya. Mereka mengimbau para orang tua untuk pro-aktif menanggapi hasil jajak pendapat ini.
Lebih dari sepertiga dari 2.000 anak yang disurvei mengatakan mereka meminta orang tua berhenti melihat device, dan 46 persen mengatakan orang tua tidak mengindahkan keinginan mereka. Sekitar 20% mengatakan, penggunaan perangkat mobile menghambat keluarga untuk menikmati keberadaan bersama, dan 82 persen berpendapat piranti komunikasi harus dilarang saat makan malam bersama.
Di pihak lain, hanya 10 persen dari 3.000 orang tua yang disurvei merasa waktu yang mereka habiskan untuk smartphone dan tablet menganggu perasaan anak-anak mereka. Namun, 43 persen mengakui mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk online.
Survei menemukan, separo murid mengaku khawatir tidak cukup tidur karena susah berusaha melepaskan diri sendiri dari ponsel mereka. Sebagian besar mengaku tidak keberatan jika ada peraturan lebih ketat dan mengaku ingin orang tua menjadi teladan yang lebih baik.
Sunday Times melaporkan, beberapa sekolah di Inggris sudah mengadakan workshop untuk orang tua setelah diketahui 90 persen siswa menghabiskan waktu 10 – 15 jam sehari untuk online. HMC –yang mewakili sekolah swasta elit– akan mengeluarkan panduan untuk keluarga dalam menghadapi perilaku online ini.
Mike Buchanan, ketua HMC yang juga kepala Ashford School, mengatakan, “Jajak pendapat menunjukkan anak-anak menyadari banyaknya risiko terkait penggunaan teknologi secara berlebihan. Namun mereka membutuhkan panutan orang dewasa dalam kehidupan untuk menetapkan batasan yang jelas.”
Emma Robertson, salah satu pendiri Digital Awareness UK, mengatakan hasil jajak pendapat ini sangat mengejutkan. “Kami berharap temuan ini menjadi seruan bagi keluarga dan memotivasi mereka melakukan percakapan serius tentang penggunaan teknologi yang aman dan sehat.” (*)