Baca Juga
MASJID DJAMI' KAUMAN MODJOKERTODemikian nama masjid yang kini bernama Masjid Agung Al Fatah tersebut. Kyai Achyat yang memberikan nama Al Fatah pada tahun 1960-an. Masjid itu sendiri merupakan bagian dari lanskap kota Jawa yang menempatkan masjid di sisi barat alun-alun. Peletakannya berseberangan dengan kantor atau kraton Bupati.
Dalam photo lama itu jelas terlihat bahwa pagar masjid ada diseberang saluran air atau kanal Kauman. Memiliki halaman luas dengan tanaman Tanjung di pojok kanan dan kirinya. Pengelolaan masjid ada di tangan pemerintah Kabupaten Mojokerto karena memang didirikan atas prakarsa Bupati Mojokerto, Kromodjojo Adinegoro. Selain dipergunakan beribadah, pada serambi masjid dan salah satu ruangnya dipakai sebagai kantor penghulu Kabupaten Mojokerto. Kantor penghulu itu saat ini dikenal sebagai Departemen Agama. Gambar itu sendiri diambil pada awal tahun 1950-an.
Arsitekturnya khas Jawa, masjid tanpa kubah. Sebuah tangga ada di tengah ruangan yang dipergunakan untuk naik ke atas menara. Tangga tersebut biasa digunakan oleh Muadzin saat mengumandangkan adzan. Dengan cara itu suara adzan bisa didengar pada jarak cukup jauh. Selain suara adzan, tanda sholat rawatib juga lakukan dengan suara bedug yang terletak di serambi masjid.
Pada tahun 1950-an yang menjadi takmir masjid Jami' Kauman adalah Kyai Dimyati. Selain itu, Kyai Dimyati juga memangku jabatan sebagai Rois Syuriah NU Mojokerto. Kemungkinan Kyai Dimyati merupakan Rois Syuriah ketiga di NU Mojokerto. Sedangkan penghulu dijabat oleh Kyai Asjhad.
Sumber foto tidak tau
Cc .joe
0 Comments
Post a Comment