Baca Juga

“ ... lalu beliau (Rasulullah saw.) beristinja
(bersuci) dengan air itu.”
(HR Al-Bukhari dan Muslim)
istinja’ adalah membersihkan apa-apa yang telah keluar dari suatu jalan (di antara dua jalan, yaitu qubul atau dubur) dengan menggunakan air atau dengan batu atau yang sejenisnya (benda yang bersih dan suci). Islam telah mengajarkan bagaimana adab-adab beristinja secara detail. Hal ini ditujukan untuk menjaga dan melindungi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berakal, mencegah infeksi, dan beragam tujuan mulia lainnya. Bagi seorang Muslim, menjalankan adab-adab beristinja merupakan sebentuk ketataan dalam menjalankan sunnah Rasulullah saw. yang bernilai pahala.

Berikut sejumlah adab yang layak untuk kita perhatikan saat beristinja’, antara lain:
1.       Disunnahkan beristinja’ dengan menggunakan air. Sesungguhnya, dia lebih menyucikan dan lebih membersihkan tempat keluarnya najis.
2.       Dianjurkan masuk ke toilet dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Nabi saw. Masuk masjid dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri. Dari sini, para ulama mengkiaskan bahwa memasuki tempat kotor adalah dengan kaki kiri dan keluar darinya dengan kaki kanan. (Asy- Syarhul Mumti, 1/108)
3.       Sebelum masuk toilet, disunnahkan membaca doa, “Bismillah, Allâhumma inni a’ûdzu bika minal khubutsi wal khabâ’its. Dari Ali ra. Secara marfu’, “Penghalang antara jin dengan aurat anak Adam (ketika dia masuk ke toilet) adalah dengan membaca ‘bismillâh’.” (HR Ibnu Majah). Adapun doa “Allahumma inni …,” sampai akhir maka dari hadis Anas riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
4.       Diwajibkan untuk menjaga aurat, jangan sampai auratnya terlihat oleh orang lain. Nabi saw. Kalau ingin buang air, beliau pergi menjauh sampai tidak ada seorang pun yang melihatnya. (HR Abu Daud). Namun, setelah dibangunnya “kamar kecil” di rumahnya, Nabi saw. pun buang air di dalamnya, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadis Ibnu Umar.
5.       Diwajibkan menjaga tubuh dan pakaian dari najis ketika buang air. Nabi saw. pernah melewati dua kubur yang kedua penghuninya tengah disiksa. Maka beliau bersabda, “Adapun salah satu dari keduanya, dia tidak berbersih ketika buang air.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
6.       Disunnahkan menggosokkan tangan kiri ke tanah atau mencucinya dengan sabun setelah istinja’. Abu Hurairah ra. berkata, “… Lalu beliau beristinja` dengannya (air) lalu menggosokkan tangannya ke tanah.” (HR Abu Daud)
7.       Dimakruhkan berbicara terkait hal yang berhubungan dengan keagamaan. Seorang sahabat pernah memberi salam kepada Nabi saw. dalam keadaan beliau kencing, maka beliau tidak menjawab salamnya (HR Muslim dari Ibnu Umar) Ikrimah berkata, “Jangan dia berzikir dengan lisannya di dalam toilet, akan tetapi dengan hatinya.” (Nailul Authar, 1/91-92 dan Asy-Syarhul Mumti’, 1/117-118.
8.       Dimakruhkan juga membawa mushaf atau bukuatau yang semisalnya, kalau di dalamnya terdapat ayat Al-Quran.
9.       Diharamkan menghadap atau membelakangi kiblat. Rasulullah saw. bersabda, “Kalau kalian mendatangi toilet (kakus), janganlah kalian menghadap kiblat dalam buang air besar dan kencing, dan jangan pula membelakanginya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)


Sumber: (1) Minhajul Muslim, Abu Bakar Al-Jazairy, (2)
http://al-atsariyyah.com/adab-adab-istinja-buang-
air.html