Baca Juga
Mulai banyak ternyata komentator dadakan yang membaca opini
yang kurang tajam dalam menyampaikan informasi media sosial, tangkapan yang
berkomentarpun mulai memprotes hingga semakin tajam sampai merusak hubungan
pertemanan.
Sayang rasanya itu terjadi hanya karene sebuah opini dan
terjadi saling serang berargumen hingga terblokir akan pertemanan yang hanya gara-gara pemikiran dan sebatas tanpa
memikirkan pembaca, semua orang bebas beropini dan menulis kata-kata hingga
tanpa batas berespresi dalam lembaran kertas putih terisi.
Melihat perkembangan saat ini sudah banyak membaca ruang dan
masuk didalam rongka tersebut juga sudah disusupi hingga memancing suasana
semakin keruh juga membuah musuh baru, sisi lain kuamati tak ada keuntungan
dalam hal itu, tapi sisi lain ada orang yang memanfaatkan untuk sebuah
keuntungan dalam menjaring atau bahasa lain pengikut dalam tanggapan yang
diutarakan.
Sesuatu harusnya di pelajari dalam bahasa itu, bahasa itu
terarah kemana dan tujuan itu apa guna tidak salah tangkap dalam beropini apa
lagi yang membaca sesama pertemanan, namanya viral pasti akan tersebar tanpa
siapa yang melakukannya.
Banyak ternyata penikmat media sosial yang mulai anak-anak
hingga lansia pun mengikuti perkembangan teknologi hingga sekarang, tapi sayang
jika hanya dinikmati yang hanya sebuah hal semu dan arah pun terlupakan.
Mungkin tak terasa dikala menggunakan media tersebut lupa
akan kanan kiri juga sekitar, bahkan karena itu bermunculan kejadian-kejadian
apa yang tak terduka seperti lawan jenis atau yang lainnya, ada juga seperti
bermain game hingga lupa akan waktu istirahat.
Senang rasanya dengan hadirnya media sosial yang bisa tau
teman-teman lama bertemu kembali saat
masukkan nama teman yang diingatnya, tapi tak hanya itu yang menambah kawan
walau hanya maya atau semu bahkan tak tau siapa orang itu.
Terlihat saja itu dikalangan yang dikenalnya, tapi ingat
kita tidak tau yang melihat kita ada yang lebih pintar dalam menanggapi hal
tersebut bahkan itu hanya suka saja, tapi jangan melihat itu bahwa pengguna
juga ada para anak-anak dan remaja memantau bahasa-bahasa yang disampaikan,
seandainya tidak paham bisa membawa petaka bagi pembaca yang mungkin belum
masuk kerana tersebut.

0 Comments
Post a Comment